Malam yang kelabu ditemani secangkir kopi yang dibawa oleh seorang laki-laki untuk seorang perempuan yang ingin tertidur dimalam hari..
Nah... Tepat pukul 23.40 (sekitar jam segitu) aku keluar rumah untuk bertemu dia, laki-laki yang ternyata sudah menungguku untuk keluar rumah dan menerima sebotol/secangkir kopi yang dia bawa... Ok fine, aku mau ceritain terlebih dahulu bagaimana dia bisa nyasar ke depan rumahku... heheh.
Jadi gini, dia teman SMA-ku, ya mungkin dulu aku gak terlalu akrab dengan dia, namun setelah lulus, sebagian teman laki-laki SMA-ku lebih akrab denganku, termasuk salah satunya dia. Tepat tanggal 09 Juni 2019, ternyata tak diduga bahwa dia sedang menuju ke rumahku yang sebenarnya aku tidak tau bahwa dia sedang membelikan sebotol kopi yang berada di salah satu mall Pasar Minggu (Mall Pejaten Village) and you know what? ternyata dia beliin kopi itu setelah selesai kerja, jadi hari itu dia lagi mendapatkan jadwal kerja shift siang-malam (closingan).
Ternyata, sekitar jam 22.29 dia menelpon ku, dan aku tidak mengangkat telpon itu, karena keadaan rumahku sudah gelap dan orang rumah sudah pada tidur, kemudian di pukul 23.01, dia mencoba menchattingku dengan kalimat :
"kedepan deh"
"gerbang"
Dengan membaca kalimat itu, aku shock dan bingung, lalu berpikir 'Nih orang bercandanya ga lucu banget, masa malam-malam didepan gerbang rumah aku, sedangkan dia juga baru pulang kerja, ga mungkin, paling cuma bercanda'
Kemudian, aku membalasnya :
"ngapain?"
"udah dikunci pintunya"
"gua didepan" balas dari laki-laki itu.
Oh my god, makin panik dan akupun mencoba videocall dia, and then semua itu benar, ternyata dia didepan rumah aku, dan aku gak tau harus marah atau bahagia, satu posisi ini udah malam, gak baik untuk bertamu, satu posisi pengen ketawa karena seakan-akan nih laki-laki lagi nyasar kedepan rumahku, hahah.
*sejujurnya aku nulis ini sambil senyum-senyum, karena tingkah laku laki-laki itu aneh*
Lanjut....
Sekitar pukul 23.01 - 23.40 aku masih chattingan dengan laki-laki itu, yang mana dia juga masih didepan rumahku, dan aku juga masih didalam kamar. Akupun belum bisa memberanikan diri untuk keluar rumah karena kunci pintu rumah dan pager ada dikamar orang tuaku, dan juga kamar orang tuaku sudah di tutup, akhirnya aku memberikan saran ke laki-laki itu melalui chat :
"Yaudah lu kedepan gerbang aja terus panggil-panggil nama gw, paling bokap gw yang keluar wkwk".
"bener ya" balas laki-laki itu.
"Iya, kalau berani" balasan dariku.
Dan akupun dikamar ketawa dan deg-degkan, ternyata benar dia memberanikan diri untuk ke depan gerbang dan memberikan sinyal dengan membunyikan klakson 2x serta memanggil namaku, tapi orangtua ku tidak kunjung mendengarnya, karena posisi pintu kamar dan jendelanya ditutup, jadi mungkin pemikiran orang tuaku bahwa orang yang didepan dengan membunyikan klakson untuk masuk ke perumahan yang berada disebrang rumahku...
Dari situpun ternyata dia tidak kunjung selesai dan tetap menunggu didepan rumah, hingga dia memberikan sedikit lelucon di chattingan kami pada malam itu, seperti :
"banting panci aja" (maksudnya biar pada bangun, hahaha).
"gua gali sumur dulu nih kalo masih lama" (mungkin dia sudah greget karena aku tidak kunjung keluar wkwk).
Beberapa menit kemudian, papaku keluar dari kamar, ternyata dia mau ke kamar mandi, lalu aku bilang bahwa ada teman aku didepan, tapi nanti papa keluar aja, tanya mau ngapain, anak laki-laki udah tengah malam bukannya pulang malah ke rumah perempuan, bilang gituh pah (sambilku ketawa).
Kemudian aku memberikan sinyal lagi ke laki-laki itu melalui chat :
"bunyiin klaksonnya lagi, siapa tau orang tua gw bangun" (padahal udah bangun, hehe).
Setelah dia memberanikan diri lagi untuk membunyikan klakson dan memanggil namaku, akhirnya papaku keluar, dan aku yang didalam sudah tegang, jantungku rasanya dag-dig-dug, dan aku hanya bisa ketawa didalam kamar hehehe, jahat sekali diriku wkwk.
Beberapa menit kemudian, papaku masuk lagi dan memanggilku untuk keluar menemuinya, hingga akhirnya aku keluar dan hanya senyum-senyum karena melihat tegangnya laki-laki itu ketemu papaku (kalian mau tau? banyak pandangan teman laki-laki-ku menganggap papaku galak, padahal mereka gak tau bahwa papaku sebenarnya baik, penyayang dan peduli sama anak-anaknya dan juga orang-orang yang lain, walaupun memang benar wajah papaku terlihat galak. Tapi, aku bener-bener sayang banget sama dia, papaku, hehe.)
Akupun menemuinya, dan ternyata dia hanya mau memberikan sebotol/secangkir kopi yang sudah dia beli, terlihat konyol malam-malam mau bertemu denganku dan memberikan kopi itu, akhirnya aku ambillah kopi itu dan memarahinya, ehhh tapi jangan sangka, aku memarahinya dengan keadaan bercanda, jadi gak serius-serius banget.
Kemudian, akupun berbincang-bincang hanya beberapa menit, dan dia pamit untuk pulang ke rumahnya, setelah itu aku tidak tau apa yang aku rasakan, rasa seneng, kesel, pokoknya campur aduk, dan aku gak nyangka niat dia sampe mau membelikan dan memberikan kopi itu kerumahku (padahal jarak mall tempat dia kerja ke rumahku lumayan jauh, dan juga dari rumahku ke rumah dia lumayan jauh juga), so? keniatan banget laki-laki itu. Tapi, aku bersyukur masih ada orang yang care sama aku didunia ini selain keluargaku...
Secangkir kopi dengan rasa Vanilla Lattee yang menemaniku menulis cerita ini...
Thankyou for coffee nya mr.boy...
Oh ya, mungkin kalian yang membaca ceritaku ini penasaran sama nama laki-laki itu? Mungkin aku belum bisa memberitahukannya, karena aku takut disuatu hari nanti akan ada sesuatu hal yang tidak terduga atau tidak diinginkan, jadi sebut saja laki-laki itu dengan sebutan mr. kk (kopi kenangan).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar